Senin, 18 April 2011

Tentang Aksara Jawa

Sebelum ngeliat gimana bentuknya aksara jawa, baca dulu yak, "Asal Mula Lahirnya Aksara Jawa"..

Jaman dulu, di Pulau Majethi, hidup seoramg pemuda tampan dan sakti bernama Ajisaka. Ajisaka ini mempuyai dua abdi yang setia, yaitu Dora (Dora The Explorer!! hehe..) dan Sembada.Suatu ketika, Ajisaka ingin mengembara, ia lalu mengajak Dora mengembara (mungkin karena Dora udah pengalaman berpetualang di tipi..) dan menyuruh Sembada tetap di Pulai Majethi dan menjaga pusakanya. Ajisaka juga berpesan kepada Sembada agar tidak memberikan pusaka itu kepada siapapun, kecuali kepada dirinya sendiri.
Setelah berkelana, sampailah Ajisaka dan Dora di sebuah kerajaan, Medhang Kamulan judulnya. Ajisaka heran karena kerajaan itu begitu sepi dan menyeramkan. Setelah ditelusuri, ia pun tahu ternyata kerajaan itu mempunyai raja bernama Prabu Dewatacengkar yang hobinya memakan manusia (ngeriii cuy..). Sampai-sampai Patihnya bingung, karena tak ada stok lagi (hehe..).
Akhirnya, Ajisaka dengan gagah berani mengajukan diri kepada Patih itu untuk menjadi santapan rajanya. Awalnya Sang Patih tak setuju karena Ajisaka masih muda, tapi Ajisaka memaksa dan ia pun menghadap ke Prabu Dewatacengkar.
Tapi sebelum Sang Raja memakannya, ia mempunyai permintaan, yaitu ia meminta diberikan tanah seluas ikat kepalanya, dan meminta Sang Raja mengukurnya sendiri. Sang Raja pun heran, tetapi ia melakukannya juga.
Ajisaka meminta Sang Raja untuk menarik salah satu ujung ikat kepalanya. Dan tanpa disangka, ikat kepala itu teruuus meluas dan sampai di tepi laut selatan. Ajisaka pun mengibaskan ikat kepalanya dan Sang Raja pun terlempar ke laut dan berubah menjadi Buaya Putih, Ajisaka pun menjadi Raja di Medhang Kamulan.
Setelah itu, Ajisaka menyuruh Dora untuk mengambil pusakanya yang dijaga Sembada. Ia menyuruhnya agar jangan kembali sebelum mendapat pusaka itu.
Dan sampailah ia di Pulau Majethi, Dora pun melakukan perintah Ajisaka. Tetapi, Sembada tak memberikannya karena ia ingat pesan Ajisaka kepadanya. Akhirnya mereka berdua bertarung dan mati.
Ajisaka yang mendengar kabar kematian Dora san Sembada pun menyesal.Untuk mengabadikan dua abdinya itu Ajisaka menciptakan sebuah aksara yang bunyinya :
ha na ca ra ka
  Ana utusan (Ada utusan)
da ta sa wa la
  Padha kekerengan (Saling berselisih)
pa dha ja ya nya
  Padha digdayane (Sama-sama sakti)
ma ga ba tha nga
   Padha dadi bathange (Sama-sama menjadi mayat)


Nah, itulah kisah asal mula aksara jawa. Dan sekarang, kita lihat bentuk dari aksara jawa.(yaaahh.. meskipun di pepak basa jawa ada..)


Beserta pasangannya...







Dan sandhangannya...
 Itulah kisah asal mula aksara jawa, gambar aksara jawa, dan pasangannya, beserta sandhangannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar